Rabu, 11 Januari 2017

Step SmartPLS

1. Pembentukan Model
Model terdiri dari variabel laten, variabel manifest/indikator, link relasi.
Untuk mengukur indikator dari penilaian subyektif menggunakan pendekatan psychometric.
Jenis indikator :
a. Nominal
Contoh : Pria dan Wanita memiliki kedudukan yang sama. Namun dapat diwakilkan dengan Pria (1) dan wanita (2).
b. Ordinal
Indikator yang memiliki tingkatan.
Contoh : tingkatan pendidikan SD, SMP, SMA dapat direpresentasikan dengan angka sbb :
 SD (1)
 SMP (2)
 SMA (3)
Penggunaan skala Likert masuk dalam kategori ini.
c. Range/Interval
Contoh : range nilai siswa
 0-59 dalam kategori jelek
 60-79 dalam kategori bagus
 80-100 dalam kategori sangat bagus
Setiap variabel laten wajib memiliki indukator.
Bentuk relasi antara Variabel Laten dengan indikator antara lain :
a. First Order
b. Second Order
d. Ratio

Untuk smartPLS dapat menggunakan ordinal, range, ratio. Sedangkan nominal tidak bisa. Jika data dalam bentuk nominal maka perlu konversi dahulu agar dapat digunakan pada smartPLS

2. Penyusunan Definisi Operasional
Contoh : definisi operasional tinggi badan adalah
Tinggi badan adalah jarak antara ujung kaki ke ujung kepala dalam pose tegak lurus

3. Penyusunan Kuisioner
Metode validasi kuisioner :
a. Face/Context Validity
Menggunakan opini dari expert (ahli).
Digunakan untuk mengelompokkan statement-statemen yang telah dibuat (card sorting). Dalam pengertian lain untuk mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan (indikator) ke dalam kelompok aspek tertentu (variabel laten) berdasarkan opini expert.
Memungkinkan terjadi perbedaan pendapat (opini) antar expert sehingga menyulitkan untuk mengambil keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan perbedaan opini tersebut dapat digunakan metode Cohen-Kappa.
Jenis Face/Context Validity :

  • Guided : sudah tersedia statement dan nama kelompoknya. expert tinggal memasukkan statement ke dalam kelompok yang telah disediakan
  • Unguided : hanya tersedia statement saja, sedangkan kelompok tidak disediakan. expert memasukkan statement ke dalam kelompok yang didefinisikan sendiri oleh expert tersebut.

b. Discriminant Validity (bisa dieksekusi pada SmartPLS)
c. Convergent Validity (bisa dieksekusi pada SmartPLS)

4. Eksekusi SmartPLS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar